Manifestasi infeksi TB di susunan saraf pusat (SSP) secara patologi bisa berupa meningitis, ensefalitis, mielitis, abses dan tuberkuloma, ventrikulitis, vaskulitis, juga infark. Gejala yang birasakan biasanya nyeri kepala, demam, penurunan berat badan, penurunan kesadaran, muntah, dan kejang. Gejala juga bisa disertai defisit neurologis misalnya kaku kuduk, paresis saraf kranial, dan hemiparesis.
Pemeriksaan pencitraan
radiologis yang direkomendasikan ialah pemeriksaan CT scan atau MRI otak dengan
kontras. Temuan tersering yang menunjang diagnosis meningitis TB di antaranya
hidrosefalus, penyangatan kontras di daerah basal meningens, tuberkuloma,
vaskulitis, dan infark
A17.0† dipilih jika
pasien terdiagnosa meningitis tuberkulosis, dimana bakteri mycobacterium tuberculosis
menginfeksi selaput meninges. Selaput meninges merupakan selaput yang
melindungi otak dan saraf tulang belakang.
A17.1† dipilih jika
pasien terdiagnosa Tuberkuloma meningeal. Tuberkuloma meningeal adalah bentuk tuberkulosis yang menyerupai
lesi tumor pada subjek imunokompeten tanpa tanda sistemik terkait. Diagnosisnya
didasarkan pada pemeriksaan anatomipatologis serta sampel biopsi stereotaxic
atau eksisi bedah lesi otak.
A17.8† dipilih jika
pasien terdiagnosa Tuberkulosis sistem saraf lainnya
A17.9† dipilih jika
pasien terdiagnosa Tuberkulosis sistem saraf tanpa keterangan lebih spesifik
atau tidak diketahui.

0 Comments